Rabu, 03 Juni 2009

FIRST KISS



Bukang maen Uttu pe hati pe babunga, siapa nyangka dia berhasil dapa gate Meis pe hati. Malam ini klar ba uni film Uttu antar meitua pulang, hati sumringah tak ada duanya, seakan-akan dunia hanya milik berdua

Sepanjang jalan dia mulai melamun, ‘Bagimana kalu malam ini ditutup dengan ciuman pertama, tantu mo tasono penuh mimpi.”

Sambil bersandar di depan pintu pagar rumah, Uttu coba bapancing tanya, “Yang, rasa hati ini tidak ingin berpisah selamanya, bagimana dengan sebuah ciuman selamat malam?”

Deng gugup Meis coba menjawab, “Aduh, Uttu…zebe deng ajus modapa tau ini!”
Uttu tetap bapaksa alus, “Ayolah, Meis…jang malo-malo kwa, sapa molia di tengah malam bagini?”
“Mohon janganlah Uttu, kita tako jang tatangka basah!”
“Ayolah, sayang…samua so tidor, so nyanda ada orang ba lewat di sini.”
“Janganlah..., ini terlalu berbahaya!”
“Ayolah…ayolah…kita sungguh sayang kwa pangana…”
“Tidak, tidak dan tidak…, kita lei sayang pangana maar kita nyanda bisa!”
“Kau bisalah, ayolah…ta mohon Meis.”
“Tidak, tidak…kita memang nyanda bisa kasiang Uttu.”
“Pleeeeese?”

Tau-tau lampu di muka rumah manyala kong Om Wem deng piyama fororo rambu tafuraga kaluar deng suara pe kraaaass, “Meis, kase jo sadiki apa yang dia minta kong capat suruh dia bageser dari tu pagar, kalu nyanda papa yang kaluar pi kase tu slamat malam padia, so tengah malam bagini masih ada tindis trusss tu BEL!

------------------------------------------------------------------------------
Suatu hari si Abe dari Tomohon (Mahasiswa dari Manado ), pigi koliah di
jakarta .
Orang bilang dia ba kuliah di UI.
Kong tiap hari de pe tamang-tamang, pulang pigi kampus pake oto deng
motor pribadi, mar kasiang si Abe cuma ba jalang kaki.

Kong dia so nyanda tahan, kong dia pi ba telphone pa de pe papa di Tomohon.

Abe (lapor) : "Pa, napa kita pe tamang-tamang pi di kampus ada bawa
kuda, si Sam bawa panther, si Olan bawa kijang, kong si Utuk bawa bebek,
no kita dang ??????????".

Papa (jawab) : "kasiang sekali ngana do'e nanti papa kirim akang babi jo
vor ngana di sana

Abe : ???????????? ????????? ???

Senin, 01 Juni 2009



Terapi Keluarga
•Untuk menggali masalah emosi yang timbul
•Dibahas/diselesaikan dengan anggota keluarga
Setiap anggota keluarga punya kesempatan yang sama untuk turut menyelesaikan masalah
Karena :
Klien emosional sulit beradaptasi dan kurang fleksibel
Kontrol emosi klien tinggi
Mampu menbedakan fikiran dan emosi
à saat steress menggunakan fungsi intelektual à Fleksibel
Adaptif
Indepedent


•Merawat klien secara utuh : observasi stress emosi klien dan keluarga.Mengkaji fungsional / disfungsional keluarga melalui intervensi keperawatan


Mempertahankan keseimbangan, fleksibel dan adaptif
à perubahan/tahap transisi dalam hidup.
2. Problem emosi merupakan bagian dari fungsi tiap individu
3. Kontak emosi dipertahankan oleh tiap generasi & di antara anggota keluarga
4. Hubungan yang erat, hindari menjauhi masalah
5. Perbedaan antara anggota keluarga untuk mendorong meningkatkan pertumbuhan dan kreativitas individu.
6. Orang tua dan anak à hubungan terbuka dan bersahabat.


Tidak memiliki satu/lebih fungsi keluarga
2. Ibu yang terlalu melindungi / ayah tidak di rumah
3. Ayah dan ibu yang super, pasif dan lain-lain.
4. Pasangan tidak harmonis, dan lain-lain.


•Konflik perkawinan, sibling konflik, Gap beberapa generasi
•Konflik orang tua dan anak
•Proses transisi dalam keluarga
- Pasangan baru menikah
- Kelahiran anak pertama
- Remaja
•Terapi individu yang perlu melibatkan anggota keluarga lain.
•Tidak ada kemajuan terapi individu
Tempat : - Rumah Sakit Ruang rawat
- Poliklinik
- Di rumah klien.

Sabtu, 30 Mei 2009

renungan

1. adalah lebih baik memulai dari hal-hal yang terkecil yang dapat membuat orang tersenyum,dari pada memulai dengan sesuatu yang hebat tetapi ternyata tidak dapat berarti bagi orang banyak malah membuat orang tertawa atau bahkan menangis.
2.waktu kita lahir kita menanggis dan orang lain tertawa,terseyum.jalanilah hidup ini dengan senyum sampai akhir .dan orang lain akan menangis..
3.jalan yang kita tempuh tak selamanya lurus, kadang kita harus tertunduk,merayap,melompat,berlari,melewati duri,batu,gunung,lautan terkadang dengan mengeluarkan tetesan keringat dan air mata ,namun tetaplah mempunyai harapan bahwa selalu ada jalan keluar dari perjlanan yang kita tempuh.
4.jangan pernah berharap penuh pada kekuatanmu .bercerminlah pada semut yang walaupun kecil tidak diperhitungkan namun memiliki sahabat-sahabat yang senantiasa menolong membantu dan saling berbagi.

Senin, 25 Mei 2009

infeksi nosokomial pada pemasangan infus

rumah sakit merupakan tempat pelayanan kesehatan bagi orang sehat dan sakit. berbagai ragam kegiatan dijumpai didalam pelayanan rumah sakit,kegiatan beragam dari berbagai pelayan kesehatan dengan berbagai fasilitas yang tersedia, dari yang sederhana sampai pada alat kesehatan yang modern.
pelayanan kesehatan yang diberikan dalam rumah sakit sebahagian adalah pelayanan dengan rawat jalan dan pelayanan rawat inap. pelayanan kesehatan dengan rawat inap diperkirakan ada sekitar 70 % dengan mengunakan pemasangan dan perawatan infus untuk mengatasi masalah pasien baik itu dengan terapi cairan maupun terapi dengan pemberian injeksi.pasien atau penderita yang memerlukan pelayanan pemasangan dan perawatan infus memerlukanperhatian yang khusus disebabkan oleh adanya infus yang terpasang pada lengan pasien,membatasi pergerakan pasien serta aktifitas-aktifitas rutin pasien yang dapat menyebabkan akibat samping /atau infeksi lain yang timbul dikemudian hari apabila tampa perlakuan khusus pada infus yang terpasang.
infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat pasien setelah dirawat dirumah sakit.apakah itu disebabkan oleh petugas sebagai pelayan kesehatan ,saranan kesehatan yang ada yang tidak memenuhi nsyarat kesehatan,alat kesehatan yang digunakan,pasien lain,penyakit yang mudah menginfeksi,maupun dari pengunjung yang menyebabkan pasien mendapat penyakit baru.pada pemasangan dan perawatan infus infeksi nosokomial yang sering terjadi menurut versi seprisandaraes
1. infeksi nosokomial yang tersering terjadi pada pemasangan dan perawatan infus adalah adanya gumpalan darah pada selang infus yang dapat menyebabkan terjadi trombus selanjutnya dapat menyebabkan infark pada organ lain seperti jantung dan pembuluh darah,di perlukan pembuktian yang mendalam dan penelitian yang lebih lanjut mnegenai hal ini, seberapa besar pengaruh kejadian tersebut dapat menyebabkan hal yang serius pada pasien. 2. plebitis , hematom, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan plebitis dan hematom baik disebabkan karena pemasangan yang tidak sesuai dengan protap ,perawat biasa melakukan tampa memperhatikan protap yang ada ,kurang memperhatikan kesterilan luka pada pesangan infus, hal ini pula terkait dengan terdedianya bahan2 yang diperlukan dalam prosedur tindakan tersebut,tidak tersedia hanscoen,kain kasa steril,alkohol,pemakaian yang berulang pada selang infuse yang tidak steril 3. informasi yang diberikan pada pasien dan kelurganya kurang,mengenai perawatan infus. hal ini menyebabkan pasien tidak tau bagaimana dan harus bagaiman ketika menghadapi masalah pada pesangan infus, perasaan takut mengatakan bahwa infus telah merah atau bengkak karena takut dipasang ulang pada lengan yang satu ,tidak melaporkan dengan segerah pada infus yang mengalami gangguan seperti darah naik pada selang pasien,tersering pula pasien mengatur sendiri tetesan infusnya . 4 masi mau ko ...ntar lanjutanya ...perlu penelitian dan penulisan yang mendalam dari judul ini mau bantu silahkan tambahkan pengalaman anda dalam menangani pasien dengan masalah infus yang dapat menyebabkan kejadian infeksi nosokomial atas kerjasaamanya teman2 ners thanks banget