Senin, 01 Juni 2009



Terapi Keluarga
•Untuk menggali masalah emosi yang timbul
•Dibahas/diselesaikan dengan anggota keluarga
Setiap anggota keluarga punya kesempatan yang sama untuk turut menyelesaikan masalah
Karena :
Klien emosional sulit beradaptasi dan kurang fleksibel
Kontrol emosi klien tinggi
Mampu menbedakan fikiran dan emosi
à saat steress menggunakan fungsi intelektual à Fleksibel
Adaptif
Indepedent


•Merawat klien secara utuh : observasi stress emosi klien dan keluarga.Mengkaji fungsional / disfungsional keluarga melalui intervensi keperawatan


Mempertahankan keseimbangan, fleksibel dan adaptif
à perubahan/tahap transisi dalam hidup.
2. Problem emosi merupakan bagian dari fungsi tiap individu
3. Kontak emosi dipertahankan oleh tiap generasi & di antara anggota keluarga
4. Hubungan yang erat, hindari menjauhi masalah
5. Perbedaan antara anggota keluarga untuk mendorong meningkatkan pertumbuhan dan kreativitas individu.
6. Orang tua dan anak à hubungan terbuka dan bersahabat.


Tidak memiliki satu/lebih fungsi keluarga
2. Ibu yang terlalu melindungi / ayah tidak di rumah
3. Ayah dan ibu yang super, pasif dan lain-lain.
4. Pasangan tidak harmonis, dan lain-lain.


•Konflik perkawinan, sibling konflik, Gap beberapa generasi
•Konflik orang tua dan anak
•Proses transisi dalam keluarga
- Pasangan baru menikah
- Kelahiran anak pertama
- Remaja
•Terapi individu yang perlu melibatkan anggota keluarga lain.
•Tidak ada kemajuan terapi individu
Tempat : - Rumah Sakit Ruang rawat
- Poliklinik
- Di rumah klien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar